Rabu, 12 Desember 2018.
“Always, I Miss You.”
“Always, I Love You.”
Untuk pertama kali dua kalimat itu saya ucapkan kepadanya.
Kalimat yang ketika masa pacaran pada 22 tahun lalu, tidak pernah saya ucapkan
pula.
Mungkin karena kurang yakin, dia minta diterjemahkan, agar
tidak salah maksud.
“Selalu, Saya Rindu Kamu.”
“Selalu, Saya Cinta Kamu.”
Itulah terjemahanku yang saya berikan kepadanya.
Ketika saya mengetik kata-kata itu, terasa dag dig dug
jantung. Ada getaran halus di perasaan dan jari-jariku.
Dia bilang “lemes”.
“Akhirnya ada juga yang bilang. Setelah sekian lama. Gak
terasa air mata ini... Masya Allah.”
Itulah kata-katanya setelah itu. Ia mengaku senang dan
terharu.
Namun, biarlah saya simpan rasa ini. Biarlah dia menjadi
idola di hatiku hingga Allah menetapkan keputusannya.
Komentar
Posting Komentar